Pages

Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Thursday, 7 May 2015

Jalan Cinta Para Pejuang


Tapak pertama VISI
Aagar aku tak lagi tertidur lelap, tapi bangkit terjaga
Agar aku tak lagi tertunduk sayu,
tapi tegak terpancang
Agar CINTAKU tak lagi terpejam sendu,
tapi tajam terpancar
Agar aku tak menyipit silau, tapi menatap lekat
Agar aku tak memandang serampang,
tapi menelisik jeli

Di jalan cinta para pejuang
Ada empat tapak

Tapak kedua GAIRAH
Agar aku tak lagi lemah
Agar aku tak lagi goyah
Agar CINTAKU jadi gagah
Agar aku tak cepat lelah
Agar aku tak menyerah

Di jalan cinta para pejuang
Ada empat tapak

Tapak ketiga NURANI
Agar aku jujur pada diri
Agar kudengarkan suara hati
Agar CINTAKU jadi suci
Agar kupandang dunia dari ufuk tinggi
Agar aku dibimbing Ilahi

Di jalan cinta para pejuang
Ada empat tapak

Tapak keempat DISIPLIN
Agar aku penuh taqwa dalam banjir cinta
dan badai asmara
Agar aku bukan hanya penikmat rasa,
tapi juga menjaga agama
Agar CINTAKU bukan hanya kesenangan diri,
tapi juga ridha Ilahi
Agar aku tak hanya dicinta orang terkasih,
tapi juga Yang Maha Pengasih
Agar aku tak hanya dirindukan isteri, tapi juga bidadari

(Oleh Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang hal.91-92)

kota hijrahku

hari yang tramat berbeda semenjak menapak kota ini kembali
tak kulihat memerahnya saga
tak kudengar deruman jingga
tak kuraup asapan putih berrona
seperti sedia kala
...
mungkin langit sudah tua
atau badai sedang terjadi di sudut kota
takut, kotaku hilang dengan keberlarian ini
bisakah ku lihat kau muda kembali?
lihatlah, aku sudah berhijrah
meski tak tau di mana ufuk harapan
kotaku tak berasa ini, kini
bisakah ku lihat kembali?
_Jogja, Slasa 1 April 14_

Tuesday, 14 April 2015

bukan denganku




Aku, menunggu secarik kertas takdir yang aku tak tahu pasti
Memberi senyuman semu yang mengubur keikhlasan
Tumbuh bergetar melilit nadi yang semakin memucat

Aku, menggemeretakkan suara-suara
Yang harap dunia bisa melihat lalu memuji
Hingga aku keluar bukan denganku
Melainkan dengan entah aku tak tahu

Munafikkah aku

Monday, 13 April 2015

Menari di Atas Hijrah





Hijrah, dari gelap menuju terang
Membawa setangguh harapan
Kemenangan nyata dalam hati yang papa
Cinta yang renta biarlah menampakkan sucinya
Agar membumihanguskan segala keputusasaan

Bersemayamlah sang rindu yang telah lama hilang
Berdesir mengayunkan ketenangan syurga
Menata perlahan jiwaku yang kosong
Biarlah terus terisi ayat-ayat rindu yang berazzam

Ketika cinta dan rindu kuajak berhijrah,
Dan kupasrahkan keduanya
Maka biarlah keduanya menemaniku tuk menari
Menikmati melodi harmoninya sang hijrah

Tuesday, 7 April 2015

apa kabar sang jiwa

apa KABARnya JIWA?
masihkah ia  bertahan menahan sebongkah dosa asa yang pahit dan kejam
masihkah ia merunduk kesakitan bertaruh kekuatan dengan bayang dan jejak neraka yang terasa lebih awal

atau ia kini sudah tak bisa dipercaya membawa napas yang bersahaja?

berlari tak berujung menemukan sepotong kain tambalan
untuk menutupi  sisa-sisa harapan yang semakin hilang
memutar di semua sudut dunia
untuk mencari tabib kesembuhan

benarkah ia masih dapat dibawa menuju syurga?
yang taman-tamannya hanya menghendaki para jiwa yang merdeka
jiwa yang bebas dari bungkaman nafsu yang direndahkan

andai ia bisa, mengupasi kulit-kulit yang berdosa
ia akan
andai ia bisa, membangun kembali dermaga perapiannya
ia akan