Pages

Thursday, 7 May 2015

Apa yang sebenarnya Ia inginkan

 

Semenjak seorang khalifah merasakan pertama kali dalam dirinya untuk memasuki gerbang dunia, hingga detik di mana ia merasa sudah sangat dewasa. Adakalanya takdir mempertemukannya dengan selaksa kebahagiaan. Namun tak jarang ia merasakan kepahitan yang mendalam.
Ketika kepahitan-kepahitan menyapa, barangkali ia pernah kehilangan kendali diri hingga semua terasa sakit dan perih. Sepucuk daun yang gugur seakan-akan berubah menjadi sejuta daun berduri. Sandungan kerikil yang  teramat kecil seakan-akan berubah menjadi sebongkah batu yang besar. Lambaian angin yang sejuk nan lembut seakan-akan berubah menjadi badai topan yang mengangkat semua pasir di padang gersang.
Lalu mengapa manusia harus merasakan semua kepahitan itu? bukankah sangat mudah bagi Sang Pencipta untuk menghilangkannya dan merubah segalanya menjadi kebahagiaan saja? Bukankah begitu teramat mudah bagiNya untuk tidak menciptakan kepahitan-kepahitan itu? Apa yang sebenarnya Ia inginkan? Melihat hamba-hambaNya sengsara dan terlunta-lunta di bumiNya setelah Ia menciptakan para hamba?
Sekelibat pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin pernah menjadi raja untuk menduduki emosi yang sedang meluap dalam jiwa. Jadi apa maksud dari Sang Tuhan?
“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan...” (Q.S. Al-Baqarah ayat 155)
 “Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)” (Al-Ankabut: 2)
            Namun tenanglah, Allah tidak akan membiarkan hambaNya yang sangat Ia kasihi untuk menghadapi semua di luar batas kemampuan.
لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا‌ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ‌ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا‌‌ۚرَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه‌ ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al Baqarah : 287)
Yakin dan optimislah, bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hambaNya.
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186)
Nabi SAW telah mengajarkan salah satu doa terindah:
اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن وأعوذ بك من العجز والكسل، وأعوذ بك من الجبن والبخل، وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال
“Ya Allah, aku berlindungan kepadaMu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadaMu dari dilingkupi utang dan dominasi manusia.”
Jadi, masihkah kepahitan-kepahitan itu membuat kita untuk psimis dan menyalahkan Tuhan? Jadilah hamba yang kuat! Yakinlah bahwa masing-masing di antara kita pasti memiliki potensi untuk kuat dan mampu. Kuat dan mampu untuk menghadapi segala takdir Allah SWT.
Rasulullah SAW telah bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (Muslim)

Hingga lihtalah di ujung jalan ini, kita kan sampai pada kado terindah yang telah disiapkan olehNya dengan sebaik-baiknya, khusus untuk kita. Special for us.

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah ayat 155)
Sebagian ayat-ayat dan hadits dikutip dari:

0 comments :

Post a Comment