Semenjak seorang khalifah merasakan pertama kali dalam dirinya
untuk memasuki gerbang dunia, hingga detik di mana ia merasa sudah sangat
dewasa. Adakalanya takdir mempertemukannya dengan selaksa kebahagiaan. Namun
tak jarang ia merasakan kepahitan yang mendalam.
Ketika kepahitan-kepahitan menyapa, barangkali ia pernah kehilangan
kendali diri hingga semua terasa sakit dan perih. Sepucuk daun yang gugur
seakan-akan berubah menjadi sejuta daun berduri. Sandungan kerikil yang teramat kecil seakan-akan berubah menjadi
sebongkah batu yang besar. Lambaian angin yang sejuk nan lembut seakan-akan
berubah menjadi badai topan yang mengangkat semua pasir di padang gersang.
Lalu mengapa manusia harus merasakan semua kepahitan itu? bukankah
sangat mudah bagi Sang Pencipta untuk menghilangkannya dan merubah segalanya
menjadi kebahagiaan saja? Bukankah begitu teramat mudah bagiNya untuk tidak
menciptakan kepahitan-kepahitan itu? Apa yang sebenarnya Ia inginkan?
Melihat hamba-hambaNya sengsara dan terlunta-lunta di bumiNya setelah Ia
menciptakan para hamba?
Sekelibat pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin pernah menjadi
raja untuk menduduki emosi yang sedang meluap dalam jiwa. Jadi apa maksud dari
Sang Tuhan?
“ Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa
dan buah-buahan...” (Q.S. Al-Baqarah ayat 155)
“Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan
dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji
(dengan sesuatu cubaan)” (Al-Ankabut: 2)
Namun tenanglah, Allah tidak akan
membiarkan hambaNya yang sangat Ia kasihi untuk menghadapi semua di luar batas
kemampuan.
لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ
وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ
تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَاۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ
عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚرَبَّنَا
وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
“Allah tidak membebani seseorang
kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang
diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan
mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa
atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami
tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya
Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya;
dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah
Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al Baqarah : 287)
Yakin dan optimislah, bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan
hambaNya.
"Dan apabila
hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon
kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah
mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186)
Nabi SAW telah mengajarkan salah
satu doa terindah:
” اللهم إني أعوذ بك من الهم
والحزن وأعوذ بك من العجز والكسل، وأعوذ بك من الجبن والبخل، وأعوذ بك من غلبة
الدين وقهر الرجال”
“Ya Allah, aku
berlindungan kepadaMu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung
kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepadaMu dari sifat
pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadaMu dari dilingkupi utang dan
dominasi manusia.”
Jadi, masihkah kepahitan-kepahitan itu membuat kita untuk psimis dan
menyalahkan Tuhan? Jadilah hamba yang kuat! Yakinlah bahwa masing-masing di
antara kita pasti memiliki potensi untuk kuat dan mampu. Kuat dan mampu untuk
menghadapi segala takdir Allah SWT.
Rasulullah
SAW telah bersabda:
“Mukmin yang kuat
lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala
sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan
minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (Muslim)
Hingga lihtalah di ujung jalan ini, kita kan sampai pada kado terindah yang telah disiapkan olehNya dengan sebaik-baiknya, khusus untuk kita. Special for us.
“ Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa
dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah ayat 155)
Sebagian
ayat-ayat dan hadits dikutip dari:

0 comments :
Post a Comment