Pages

Thursday, 7 May 2015

Mengatasi Bosan




Menurut penulis, jiwa yang bosan akan mudah mengarah pada jiwa yang kosong. Sedangkan jiwa yang kosong lebih mudah mengarah pada hal-hal yang negatif. Kekosongan jiwa atau pun terpenuhinya jiwa dengan semangat membuncah, merupakan sesuatu yang bergantung pada sebuah usaha.
Adakalanya perasaan bosan muncul dengan semua rutinitas harian yang terlewati. Tak jarang hal itu membuat semangat menjadi menurun, dunia serasa penuh sesak. Produktivitas harian menjadi kacau dan berantakan. Kebosanan itu setidaknya harus dihadapi dengan kegiatan lebih kreatif. Mencoba hal-hal yang baru.
Salah satunya adalah dengan mempelajari sang alam yang masih begitu banyak menyimpan sejuta bahkan lebih tanda-tanda kekuasaanNya.
”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau,maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imran [3]:190-191)
Banyak hal-hal baru yang dapat dilakukan dan diamati. Kejadian demi kejadian setidaknya dapat menstimulus keinginan kita untuk mempelajarinya. Ketika hal-hal yang baru tersebut dapat menjadikan kita lebih dekat denganNya, mengapa tidak kita ambil. Karena setidaknya pengetahuan akan mengarahkan pada indahnya keimanan. Tentu dalam keimanan yang agung, jiwa tak kan lagi kosong karena telah terpenuhi cinta. Tentu dalam keimanan yang agung, jiwa tak kan lagi bosan dengan rutinitas amalan yang menjadi amanah untuk terus dilakukan. Tentu dalam keimanan yang tinggi, jiwa kan terus dan terus merasa kurang untuk hanya melakukan rutinitas hari-hari biasa. Jiwa akan merasa ingin lebih meningkatkan amalan lebih dari sekadar rutinitas.
Maka melihat, mendengar, mengamati, merasai serta menghayati seluruh kejadian yang terjadi di alam semesta ini semoga menjadi titik balik yang mengubah semua keadaan yang membosankan menjadi gairah-gairah bermakna yang melahirkan karya terhebat, hingga Allah Rasulullah dan orang-orang beriman pun melihat karya tersebut.

0 comments :

Post a Comment