Menurut penulis, jiwa
yang bosan akan mudah mengarah pada jiwa yang kosong. Sedangkan jiwa yang
kosong lebih mudah mengarah pada hal-hal yang negatif. Kekosongan jiwa atau pun
terpenuhinya jiwa dengan semangat membuncah, merupakan sesuatu yang bergantung
pada sebuah usaha.
Adakalanya perasaan bosan
muncul dengan semua rutinitas harian yang terlewati. Tak jarang hal itu membuat
semangat menjadi menurun, dunia serasa penuh sesak. Produktivitas harian
menjadi kacau dan berantakan. Kebosanan itu setidaknya harus dihadapi dengan kegiatan
lebih kreatif. Mencoba hal-hal yang baru.
Salah satunya adalah
dengan mempelajari sang alam yang masih begitu banyak menyimpan sejuta bahkan
lebih tanda-tanda kekuasaanNya.
”Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan
kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau,maka
peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imran [3]:190-191)
Banyak hal-hal baru yang
dapat dilakukan dan diamati. Kejadian demi kejadian setidaknya dapat
menstimulus keinginan kita untuk mempelajarinya. Ketika hal-hal yang baru
tersebut dapat menjadikan kita lebih dekat denganNya, mengapa tidak kita ambil.
Karena setidaknya pengetahuan akan mengarahkan pada indahnya keimanan. Tentu dalam
keimanan yang agung, jiwa tak kan lagi kosong karena telah terpenuhi cinta. Tentu
dalam keimanan yang agung, jiwa tak kan lagi bosan dengan rutinitas amalan yang
menjadi amanah untuk terus dilakukan. Tentu dalam keimanan yang tinggi, jiwa kan
terus dan terus merasa kurang untuk hanya melakukan rutinitas hari-hari biasa. Jiwa
akan merasa ingin lebih meningkatkan amalan lebih dari sekadar rutinitas.
Maka melihat, mendengar, mengamati,
merasai serta menghayati seluruh kejadian yang terjadi di alam semesta ini semoga
menjadi titik balik yang mengubah semua keadaan yang membosankan menjadi
gairah-gairah bermakna yang melahirkan karya terhebat, hingga Allah Rasulullah
dan orang-orang beriman pun melihat karya tersebut.

0 comments :
Post a Comment