Pages

Wednesday, 6 May 2015

REVIEW KITAB TAFSIR



Review Kitab Tafsir Al-Qur’an Karya M.Quraish Shihab

Judul                           : TAFSIR Al-Qur’an Al-Karim, Tafsir atas Surat-surat Pendek Berdasarkan
Urutan Turunnya Wahyu
Penulis                         : Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab
Penerbit                       : PUSTAKA HIDAYAH
Tahun Terbit                : 1997
Kota Terbit                  : Bandung
Jumlah Halaman          : 888 halaman

Judul kitab tafsir karya M. Quraish Shihab yang diangkat adalah sesuai dengan tema pembahasan dalam kitab tafsir ini, yaitu fokus pada penguraian surat-surat pendek pada juz 30 Al-Qur’an dan terdapat 24 surat pendek yang dibahas di dalamnya. Sedangkan pembahasan diuraikan berurutan dari surat pendek yang lebih awal turun. Dari surat Al-Fatihah, surat Al-‘Alaq, surat Al-Muzzammil, surat Al-Muddatstsir, surat Al-Lahab, surat At-Takwir, surat Al-A’la, surat Asy-Syarh, surat Al-‘Ashr, surat Adh-Dhuha, surat Al-‘Adiyat, surat Al-Kautsar, surat At-Takatsur, surat Al-Ma’un, surat Al-Kafirun, surat Al-Fil, surat Al-ikhlash, surat Al-Falaq, surat An-Nas, surat Al-Qadr, surat At-Tin, Surat Al-Humazah, surat al-Balad, dan yang terakhir surat Ath-Thariq.
Memang tidak semua surat dalam juz 30 diangkat dalam pembahasan. Sedangkan tidak diangkatnya beberapa surat lain dalam juz 30 pada kitab ini penulis memiliki dua alasan seperti yang telah dikemukakan, yaitu “dalam memilih urut-urutan surah yang diuraikan, penulis berupaya untuk mendasarkannya pada perurutan masa turun surah-surah tersebut, sehingga pembaca dapat melihat bagaimana runtutan petunjuk Ilahi yang diberikan kepada Nabi saw. dan ummatnya. Menguraikan tafsir Al-Qur’an berdasarkan runtutan surah-surah dalam mush-haf sering menimbulkan pengulangan-pengulangan jika kosakata atau kandungan pesan ayat dan surahnya sama (mirip) dengan ayat dan surah yang telah ditafsirkan. Menurut hemat penulis, hal ini mengakibatkan diperlukannya waktu yang cukup banyak untuk memahami dan mempelajari Kitab Suci. Karena itu, memaparkan makna kosakata sebanyak mungkin, serta kaidah-kaidah tafsir yang dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat yang tidak ditafsirkan mutlak diperlukan. Untuk itu, pertimbangan kedua yang penulis tempuh – dalam pemilihan surah-surah dalam buku ini- didasarkan pula pada banyaknya kaidah-kaidah tafsir yang dapat ditarik dari Al-Qur’an maupun dari disiplin ilmu Al-Qur’an, dan banyaknya kosakata penting yang dikandung oleh surah-surah tertentu. Di sisi lain, tentu saja pertimbangan yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa surah yang dipilih mengandung uraian yang berkaitan dengan kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa serta banyak dibaca oleh umat. Kedua pertimbangan terakhir itu mengakibatkan beberapa surah dalam urutan turun terpaksa belum tersajikan dalam buku ini.” (hal vii)
Metode yang digunakan oleh M.Quraish Shihab di dalam menafsirkan surat-surat pendek tersebut adalah dengan banyak merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah serta dengan metode tahliliy (mengurai) yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dari berbagai seginya, ayat demi ayat, sebagaimana urutannya dalam mush-haf Al-Qur’an. Salah satu corak tafsir tahliliy adalah tafsir bi al-ma’tsur “di mana sang mufassir mengandalkan penjelasan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. untuk menyajikan pesan-pesan Kitab Suci ini” (hal. vii). Sebagai contoh pembahasan dalam surat Al-Fatihah ayat pertama, M.Quraish Shihab melengkapinya dengan penyebutan ayat 23 surat ke-25 Al-Qur’an tentang karya-karya besar dan baik yang dilakukan oleh orang kafir tetapi tidak dilakukan dengan keikhlasan kepada Allah. Selain itu, beliau juga memaparkan penjelasan dengan hadits Nabi mengenai pentingnya basmalah di awal kegiatan yang dilakukan. Begitu pula dalam menjelaskan kata ‘alamin pada ayat berikutnya, beliau menggunakan ayat 8 surat ke-16 Al-Qur’an.
Dalam penafsiran surat-surat yang diangkat, M.Quraish Shihab juga banyak memaparkan pendapat ‘ulama-‘ulama lain dalam mendukung penjelasan beliau. Tidak semerta-merta menggunakan pandangan pemikirannya saja. Hal ini juga memberikan keterkuatan pamahaman pembaca untuk lebih dalam mempelajari kitab tafsir ini.
Mungkin begitu banyak pandangan-pandangan mengenai ilmu Al-Qur’an yang sulit dicerna dan tidak menarik. Bahasanya kaku dan sulit merasuk ke dalam hati. Belum lagi ketika melihat ketebalan kitab-kitab tafsir yang sudah memberikan rona kejenuhan untuk menyelesaikan pembacaannya. Pandangan-pandangan itu semua seakan-akan jauh dari kriteria yang didapat dari kitab tafsir ini. Dua hal yang turut menonjol adalah pada segi gaya penyampaian isi dan segi bahasa yang digunakan.
Kitab ini begitu lengkap, menyuguhkan berbagai unsur pandangan yang dapat dipadukan dan melahirkan suatu kepahaman yang cukup komprehensif. Dikuatkan dengan penjelasan dan penguraian dengan memaparkan ayat-ayat lain yang berhubungan. Banyak ditemukan hadits-hadits penguat penjelasan pula. Selain itu kitab ini dilengkapi dengan berbagai pendapat ‘ulama-‘ulama lain.
Pemilihan bahasa cukup ringan, tidak membuat berat pembaca, yang menuntun pemahaman dengan hati. Tiap-tiap kalimat yang digunakan begitu mudah untuk dipahami dan dicerna, karena beliau mampu melakukan pemilihan kata dengan cukup cantik. Berbagai pembahasan ayat-ayat yang dirasakan berat sebelumnya, beliau menggiringnya dengan aroma-aroma kemudahan yang menggugah.
Melalui kitab ini, pembaca bukan hanya kaan mendapatkan ilmu dalam mengetahui maksud-maksud yang terkandung dalam Al-Qur’an, akan tetapi pembaca juga akan mendapatkan sebuah dorongan untuk berkarya. Berkarya dalam kehidupan yang dianugerahkan Allah untuktiap-tiap diri manusia yang tercipta. Melalui uraian surat demi surat, ayat demi ayat, kata demi kata, muncul sebuah pemahaman yang tidak sempit terhadap Al-Qur’an itu sendiri. Kisah-kisah yang ada dalam surat, tata aturan, larangan maupun perintah, dapat disuguhkan dan kemudian dihadirkan dengan begitu indah. Kitab ini secara sadar ataupun tak sadar telah membuat titik-titik yang menyusun keyakinan pada setiap pembaca bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar salah satu anugerah terbesar dalam kehidupan ini. Penulis mampu menerobos pemikiran dan paradigma para pembaca untuk menunjukkan sebuah nilai “inilah kitab Al-Qur’an yang mulia”.



(Oleh: Latifatul Fajriyah-20130720090, PAI-B 
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA)

0 comments :

Post a Comment