Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran PAI
(Sekolah Dasat Kelas I Semester I)
I.
Pendahuluan
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Social and Emotional Learning (SEL) memiliki kriteria tersendiri.
Menurut Maurice & Roger (Larry, 2008:250), melalui pendekatan
Social and Emotional Learning (SEL) maka pengembangan aspek afektif peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan
melatih mahasiswa untuk mengembangkan
keterampilan pengelolaan emosi diri sendiri dan keterampilan menjalin hubungan
dengan orang lain. Sedangkan ciri-ciri
pembelajaran dengan metode SEL ini adalah adanya kesadaran diri, kepedulian
sosial, manajemen diri dan organisasi, bertanggung jawab dalam
pengambilan keputusan, serta mengelola
hubungan.
Dengan mengacu pada orientasi
untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi sendiri dan keterampilan
menjalon hubungan dengan orang lain inilah setidaknya pembelajaran yang
dilakukan bukan hanya pada titik kognitif atau pengetahuan. Pendidik harus
dapat memberikan sebuah wadah yang luas kepada peserta didik untuk memiliki
kesempatan atas keterkebangan tersebut.
Sehingga hasil yang diharapkan
adalah terbentuknya para peserta didik berjiwa sosial dan mampu megelola emosi
yang secara sadar mau menerima nilai-nilai luhur dari materi pembelajaran
maupun dari proses pembelajaran untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
II.
RPP
Tingkat Sekolah : Sekolah Dasar
Mata
Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (Tarikh)
Kelas/Semester
: Satu/I
Standar
Kompetensi : Mengetahui Nama-Nama Para Nabi
Kompetensi
Dasar : 1. Mengenal
Nabi dan Rasul
2.
Mengenal Nama-Nama Nabi
3.
Menghafal Nama-Nama Nabi
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Tujuan Pembelajaran
1.
Siswa
dapat mengetahui Nabi dan Rasul Allah SWT dengan benar
2.
Siswa
dapat menghafal nama-nama Nabi dan Rasul dengan benar
3.
Siswa
dapat condong mengimani rukun iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT
4.
Tumbuhnya
rasa memiliki dalam diri peserta didik atas panutan/suri tauladan terbaik dalam
kehidupan sehari-hari yaitu Nabi dan Rasul
B. Karakter siswa yang diharapkan :
Karakter siswa yang diinginkan adalah setidaknya memiliki rasa ukhuwah
dan empati yang tinggi, kesadaran diri, rasa hormat dan perhatian, peduli,
serta memiliki pengetahuan dasar (mengenai Nabi dan Rasul) yang baik.
C. Materi Pembelajaran :
Materi pembelajaran yang disampaikan meliputi beberapa point yaitu
mengenai:
1. Istilah Nabi dan Rasul
2. Perbedaan Nabi dan Rasul
3. Nama-Nama 25 Nabi dan Rasul
D. Metode Pembelajaran :
Siswa dibentuk kelompok-kelompok kecil dan mendiskusikan pengenalan
terhadap Nabi dan Rasul, secara bersama-sama dengan bimbingan guru untuk
menarik kesimpulan, kemudian siswa menghafal Nama-Nama 25 Nabi dan Rasul.
E.
Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap
|
Langkah-Langkah Pembelajaran
|
Kegiatan
awal
|
1.
Guru
mengucapkan salam dan membuka pembelajaran
dengan mengajak mahasiswa
berdoa terlebih dahulu.
2.
Guru
bertanya kabar kepada siswa dan siswa menyapa teman sebelah dengan memegang
pundaknya.
3.
Guru
memotivasi siswa untuk terus merasa senang dengan materi pelajaran Tarikh melalui
slogan pendek yang menstimulus keadaan emosi siswa.
4.
Guru
memperkenalkan topik pembelajaran Nabi dan
Rasul.
5.
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu
agar dapat memahami materi apa yang akan didapatkan dan apa
manfaat yang didapat dalam pembelajaran.
|
Kegaiatan
Inti
|
1. Guru mencari tahu pengetahuan siswa sebelum
pembelajaran dengan menanyakan Nama-Nama Nabi yang diketahui kemudian dengan
menanyakan pengertian singkat siswa mengenai Nabi dan Rasul.
2. Guru menampilkan materi mengenai
pengertian/istilah Nabi dan Rasul serta tentang perbedaan tugas yang
diberikan kepada Nabi dan Rasul dalam bentuk slide presentasi.
3. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil
dan mengarahkan kepada setiap kelompok untuk menentukan ketua kelompok secara
mandiri.
4. Guru menampilkan video film tentang Nabi dan Rasul.
5. Kemudian setiap kelompok mendiskusikan siapa saja
Nama-Nama Nabi dan Rasul yang ada dalam video.
6. Secara bersama-sama guru dan siswa menyusun 25
Nama-Nama Nabi dan Rasul dan dituliskan di depan kelas secara bergiliran oleh
siswa masing-masing kelompok.
7. Guru menampilkan video lagu anak 25 Nabi dan
seluruh siswa mengikuti (tiga kali).
8. Setiap kelompok menghafal Nama-Nama 25 Nabi dan
Rasul dipimpin ketua kelompok dan bimbingan guru dengan kewajiban setiap
aggota kelompok untuk membantu anggota lain yang belum hafal.
9. Guru memastikan ulang hafalan para siswa dengan menguji hafalan masing-masing
kelompok secara bergiliran menyanyikan lagu yang telah ditampilkan.
10. Siswa kembali pada posisi semula di luar kelompok
yang dibentuk, kemudian guru membagi lembar kerja (dalam bentuk pemilihan
Nama-Nama nabi dan Rasul) untuk mengetahui tingkat keberhasilan hafalan siswa
sebagai bahan evaluasi pembelajaran.
11. Guru mempersilahkan siswa
bertanya yang belum difahami.
12. Guru mengingatkan siswa untuk selalu ingat bahwa
Nabi dan Rasul adalah ada, yang penting untuk terus diingat nama-namanya
(dengan menggunakan slogan yang diucapkan oleh seluruh siswa).
|
Kegiatan
akhir
|
1.
Guru
menanyakan apa saja yang telah didapat siswa dalam pembelajaran mengenai Nabi
dan Rasul (guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran).
2.
Guru
memberikan penghargaan kepada semua kelompok yang terbentuk saat
pembelajaran, serta memberikan penghargaan khusus kepada kelompok terbaik.
3.
Guru
kembali memberikan motivasi kepada siswa untuk terus semangat dan senang
mempelajari mata pelajaran Tarikh dengan slogan seperti pada kegiatan awal
pembelajaran.
4.
Guru
menutup pelajaran dengan berdoa bersama-sama,dilanjutkan
dengan siswa saling berjabat tangan satu sama lain, mengucapkan ungkapan
terima kasih dan meminta maaf.
|
F. Penilaian
1.
Hasil Diskusi
(Menyebutkan Nama-Nama Nabi dan Rasul yang tertera dalam Video Iflm Singkat)
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
Kebenaran Penulisan
|
Semua benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Semua salah
|
4
3
2
1
|
Jumlah Nama yang dihasilkan
|
5-10 Nama
1-5 Nama
|
5
3
|
2.
Performan
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
Kerjasama
Partisipasi
|
Bekerjasama
Kadang-kadang
kerjasama
Tidak bekerjasama
Aktif berpartisipasi
Kadang-kadang aktif
Tidak aktif
|
4
2
1
4
2
1
|
3.
Hasil
Tes Individu (Memilih Nama-Nama Nabi dan Rasul)
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
Kebenaran Penulisan
|
Semua benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Semua salah
|
4
3
2
1
|
Jumlah Nama yang dihasilkan
|
15-25 Nama
10-15 Nama
1-10 Nama
|
5
3
2
|
4. Lembar Penilaian
No
|
Nama Siswa
|
Performan
|
Hasil Diskusi
|
Hasil Tes Individu
|
Jumlah Skor
|
Nilai
|
|
Kerjasama
|
Partisipasi
|
||||||
1
|
|||||||
2
|
|||||||
3
|
|||||||
4
|
|||||||
III.
Pembahasan
Dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran dengan pendekatan SEL, penulis berusaha memasukkan nila-nilai
sosial dan emosi dalam diri setiap masing-masing siswa untuk menelaah materi
pembelajaran yang tersampaikan.
Dari beberapa model
pembelajaran SEL menurut Casel telah bahwa ciri-ciri yang ada adalah adanya kesadaran diri,
indikatornya meliputi: (1) mengenal dan memberi
nama emosi seseorang; (2) memahami alasan dan keadaan untuk merasakan sebagai
orang yang melakukan; (3) mengenal dan
memberi nama emosi orang lain; (4) mengenal kekuatan dan memobilisasi perasaan
positif tentang diri sendiri, sekolah, keluarga dan dukungan jaringan; (5)
mengetahui kebutuhan dan nilai-nilai seseorang; (6) mengamati diri sendiri
secara tepat; (7) percaya akan keberhasilan pribadi; dan (8) memiliki rasa
spiritualitas.
Selain itu
adanya kepedulian sosial, indikatornya meliputi: (1) menghargai kemajemukan
atau keberagaman; (2) menunjukkan rasa hormat kepada orang lain; (3)
mendengarkan dengan hati-hati dan akurat; (4) meningkatkan empati dan kepekaan
terhadap perasaan orang lain.
Selanjutnya
adanya manajemen
diri dan organisasi, indikatornya meliputi: (1) mengungkapkan secara
lisan dan mengatasi kecemasan, kemarahan, dan
depresi; (2) mengendalikan kata
hati, kemarahan, dan merusak diri sendiri,
perilaku antisocial; (3) mengelola stres
pribadi dan orang lain; (4) memfokuskan
pada tugas-tugas yang ada; (5) menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka
panjang; (6) merencanakan secara bijaksana
dan menyeluruh; (7) memodifikasi kinerja berdasarkan umpan balik; (8)
memobilisasi motivasi positif; (9) mengaktifkan harapan dan optimis; dan (10)
bekerja menuju status kinerja yang optimal.
Ciri yang
selanjutnya adalah adanya perilaku Bertanggung jawab dalam pengambilan
keputusan, indikatornya mencakup: (1)
menganalisa situasi secara tepat dan mengidentifikasi masalah dengan
jelas; (2) melatih dalam pengambilan keputusan sosial dan ketrampilan pemecahan
masalah; (3) menanggapi secara baik dalam cara pemecahan masalah terhadap
hambatan orang lain; (4) melakukan
evaluasi diri dan refleksi; dan (5) melakukan diri sendiri dengan tanggungjawab
pribadi, moral, dan etika.
Dan yang
terakhir adanya pengelolaan hubungan, indikatornya meliputi: (1) mengelola
emosi dalam hubungan, harmonisasi perasaan dan sudut pandang yang beragam; (2) menunjukkan
kepekaan terhadap isyarat sosial-emosional; (3) mengekspresikan emosi secara
efektif; (4) mengkomunikasikan secara jelas;
(5) melibatkan orang lain dalam situasi social; (6) membangun hubungan; (7) melakukan
kerja secara kooperatif; (8) melatih
sikap tegas, kepemimpinan, dan kepercayaan; (9)
mengelola konflik, negosiasi, dan penolakan; dan (10) menyediakan, mencari
bantuan. (Maurice dalam Nucci,2008: 251).
Mengacu pada ciri-ciri tersebut
serta dari penyampaian bahan materi yang harus disampaikan, setidaknya beberapa
aspek yang dapat dikategorikan ke dalam pengembangan sosial dan emosi dalam
konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah:
1.
Pengembangan
Sosial
a. Pembentukan kelompok-kelompok
kecil yang mendorong siswa untuk menghargai kemajemukan atau
keberagaman, menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, mendengarkan dengan
hati-hati dan akurat, meningkatkan empati dan kepekaan terhadap perasaan orang
lain.
1) Dalam diskusi-diskusi yang dilakukan, siswa akan
memiliki rasa ukhuwah/kebersamaan sosial sesama anggota kelompok. Tentunya
dalam diskusi siswa akan berlatih menghargai pendapat teman sehingga secara
sadar keberlangsungan kelompok adalah milik bersama.
2) Materi yang didiskusikan adalah menyebutkan
nama-nama Nabi dan Rasul serta adanya kerjasama untuk menghafal bersama. Dengan
pembentukan kelompok, siswa dapat berinteraksi lebih mengenai materi tersebut
dengan sesama. Diharapkan dapat membiasakan mereka untuk mengetahui dan
mengingat Nabi dan Rasul dalam kehidupan sosial mereka.
b.
Guru
bertanya kabar kepada siswa dan siswa menyapa teman sebelah dengan memegang
pundaknya. Hal ini dapat meningkatkan rasa empati dan perhatian terhadap
sesama.
c.
Guru
memberikan penghargaan kepada semua kelompok yang terbentuk saat pembelajaran,
serta memberikan penghargaan khusus kepada kelompok terbaik. Hal ini efektif
untuk membangkitkan siswa agar menghargai kerjasama.
d. Siswa saling berjabat tangan
satu sama lain, mengucapkan ungkapan terima kasih dan meminta maaf. Hal ini
mampu mengikat kembali kebersamaan setiap siswa yang mungkin memiliki kesalahan
satu sama lain sehingga hubungan sosial terus terjaga.
2.
Pengembangan
Emosi
a.
Guru kembali
memberikan motivasi kepada siswa untuk terus semangat dan senang mempelajari
mata pelajaran Tarikh dengan slogan seperti pada kegiatan awal pembelajaran.
Dengan cara seperti ini, siswa diarahkan untuk terus mengendalikan emosi jiwa
mereka dari awal pembelajaran hingga akhir dengan harapan dapat pula diterapkan
pada semua kegiatan kehidupan mereka. Jiwa yang termotivasi tinggi akan menutup
hal-hal emosi negatif dalam diri.
b. Dengan pembentukan kelompok-kelompok yang dipimpin
oleh seorang ketua, peserta didik setidaknya berlatih untuk mengetahui posisi
masing-masing sesuai dengan peran yang sedang dijalankan. Sehingga siswa mampu
sadar akan siapa mereka pada saat itu yang dapat mendorong mereka untuk
melakukan sesuai apa yang menjadi tugas masing-masing.
c. Dalam pembentukan kelompok, siswa berlatih untuk
menghargai pendapat sesama sehingga adanya usaha untuk menahan emosi yang
meluap-luap mempertahankan pendapat sendiri.
d.
Guru
bertanya pada awal kegiatan inti tentang nama-nama Nabi dan Rasul yang diketahui
serta pengertian Nabi dan Rasul dalam pendangan mereka dengan harapan dapat
membentuk karakter emosi siswa yang berani mengemukakan pendapat di hadapan
umum.
e.
Adanya
kewajiban terhadap masing-masing kelompok untuk membantu anggota kelompok yang
belum bisa menghafal secara sempurna nama-nama Nabi dan Rasul. Hal ini
menekankan pada siswa bahwa menahan emosi untuk tidak menang dengan diri
sendiri adalah sesuatu yang indah meski diri mereka sudah jauh lebih bisa
menghafal dari teman yang lainnya.
IV.
Penutup
Begitu pentingnya sebuah materi
pembelajaran dirangkai dengan pembentukan emosi-sosial siswa. Dengan begitu
bukan hanya materi yang didapatkan, namun juga karakter yang semakin baik.
Pengembangan emosi-sosial siswa mampu mengubah pembelajaran yang sulit menjadi
mudah melalui kerja-kerja kelompok, serta mampu menumbuhkan suasana
menyenangkan dan nyaman sehingga materi pembelajaran juga mudah untuk terserap.
Sehingga pengembangan sosial dan pengembangan emosi siswa setidaknya penting
untuk dilakukan dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran dari hal
terkecil hingga tingkat yang lebih besar. Dengan demikian diharapkan dapat
memberikan kemudahan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ada.
(Oleh Latifatul Fajriyah-20130720090, Diajukan Untuk Memenuhi
Tugas UK III Mata Kuliah Metode
Pembelajaran PAI Semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

0 comments :
Post a Comment