Pages

Wednesday, 6 May 2015

Contoh RPP Tarikh


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PAI
(Sekolah Dasat Kelas I Semester I)



I.          Pendahuluan
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Social and Emotional Learning (SEL) memiliki kriteria tersendiri. Menurut Maurice & Roger (Larry, 2008:250), melalui pendekatan Social and Emotional Learning (SEL) maka pengembangan aspek afektif peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan melatih  mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi diri sendiri dan keterampilan menjalin hubungan dengan orang lain. Sedangkan ciri-ciri pembelajaran dengan metode SEL ini adalah adanya kesadaran diri, kepedulian sosial, manajemen diri dan organisasi, bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, serta mengelola hubungan.
Dengan mengacu pada orientasi untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi sendiri dan keterampilan menjalon hubungan dengan orang lain inilah setidaknya pembelajaran yang dilakukan bukan hanya pada titik kognitif atau pengetahuan. Pendidik harus dapat memberikan sebuah wadah yang luas kepada peserta didik untuk memiliki kesempatan atas keterkebangan tersebut.
Sehingga hasil yang diharapkan adalah terbentuknya para peserta didik berjiwa sosial dan mampu megelola emosi yang secara sadar mau menerima nilai-nilai luhur dari materi pembelajaran maupun dari proses pembelajaran untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.



II.            RPP

Tingkat Sekolah            :   Sekolah Dasar
Mata Pelajaran              :    Pendidikan Agama Islam (Tarikh)
Kelas/Semester              :    Satu/I
Standar Kompetensi          :    Mengetahui Nama-Nama Para Nabi
Kompetensi Dasar        :    1. Mengenal Nabi dan Rasul
                                           2. Mengenal Nama-Nama Nabi
                                           3. Menghafal Nama-Nama Nabi
Alokasi Waktu              :    2 x 35 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat mengetahui Nabi dan Rasul Allah SWT dengan benar
2.      Siswa dapat menghafal nama-nama Nabi dan Rasul dengan benar
3.      Siswa dapat condong mengimani rukun iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT
4.      Tumbuhnya rasa memiliki dalam diri peserta didik atas panutan/suri tauladan terbaik dalam kehidupan sehari-hari yaitu Nabi dan Rasul
B.       Karakter siswa yang diharapkan  :  
Karakter siswa yang diinginkan adalah setidaknya memiliki rasa ukhuwah dan empati yang tinggi, kesadaran diri, rasa hormat dan perhatian, peduli, serta memiliki pengetahuan dasar (mengenai Nabi dan Rasul) yang baik.
C.     Materi Pembelajaran : 
Materi pembelajaran yang disampaikan meliputi beberapa point yaitu mengenai:
1.      Istilah Nabi dan Rasul
2.      Perbedaan Nabi dan Rasul
3.      Nama-Nama 25 Nabi dan Rasul
D.    Metode Pembelajaran :
Siswa dibentuk kelompok-kelompok kecil dan mendiskusikan pengenalan terhadap Nabi dan Rasul, secara bersama-sama dengan bimbingan guru untuk menarik kesimpulan, kemudian siswa menghafal Nama-Nama 25 Nabi dan Rasul.
E.     Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap
Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
1.    Guru mengucapkan salam dan membuka pembelajaran dengan mengajak mahasiswa berdoa terlebih dahulu.
2.    Guru bertanya kabar kepada siswa dan siswa menyapa teman sebelah dengan memegang pundaknya.
3.    Guru memotivasi siswa untuk terus merasa senang dengan materi pelajaran Tarikh melalui slogan pendek yang menstimulus keadaan emosi siswa.
4.    Guru memperkenalkan topik pembelajaran Nabi dan Rasul.
5.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar dapat memahami materi apa yang akan didapatkan dan apa manfaat yang didapat dalam pembelajaran.
Kegaiatan Inti
1.      Guru mencari tahu pengetahuan siswa sebelum pembelajaran dengan menanyakan Nama-Nama Nabi yang diketahui kemudian dengan menanyakan pengertian singkat siswa mengenai Nabi dan Rasul.
2.      Guru menampilkan materi mengenai pengertian/istilah Nabi dan Rasul serta tentang perbedaan tugas yang diberikan kepada Nabi dan Rasul dalam bentuk slide presentasi.
3.      Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil dan mengarahkan kepada setiap kelompok untuk menentukan ketua kelompok secara mandiri.
4.      Guru menampilkan video film tentang Nabi dan Rasul.
5.      Kemudian setiap kelompok mendiskusikan siapa saja Nama-Nama Nabi dan Rasul yang ada dalam video.
6.      Secara bersama-sama guru dan siswa menyusun 25 Nama-Nama Nabi dan Rasul dan dituliskan di depan kelas secara bergiliran oleh siswa masing-masing kelompok.
7.      Guru menampilkan video lagu anak 25 Nabi dan seluruh siswa mengikuti (tiga kali).
8.      Setiap kelompok menghafal Nama-Nama 25 Nabi dan Rasul dipimpin ketua kelompok dan bimbingan guru dengan kewajiban setiap aggota kelompok untuk membantu anggota lain yang belum hafal.
9.      Guru memastikan ulang hafalan para siswa  dengan menguji hafalan masing-masing kelompok secara bergiliran menyanyikan lagu yang telah ditampilkan.
10.  Siswa kembali pada posisi semula di luar kelompok yang dibentuk, kemudian guru membagi lembar kerja (dalam bentuk pemilihan Nama-Nama nabi dan Rasul) untuk mengetahui tingkat keberhasilan hafalan siswa sebagai bahan evaluasi pembelajaran.
11.  Guru mempersilahkan siswa bertanya yang belum difahami.
12.  Guru mengingatkan siswa untuk selalu ingat bahwa Nabi dan Rasul adalah ada, yang penting untuk terus diingat nama-namanya (dengan menggunakan slogan yang diucapkan oleh seluruh siswa).
Kegiatan akhir
1.      Guru menanyakan apa saja yang telah didapat siswa dalam pembelajaran mengenai Nabi dan Rasul (guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran).
2.      Guru memberikan penghargaan kepada semua kelompok yang terbentuk saat pembelajaran, serta memberikan penghargaan khusus kepada kelompok terbaik.
3.      Guru kembali memberikan motivasi kepada siswa untuk terus semangat dan senang mempelajari mata pelajaran Tarikh dengan slogan seperti pada kegiatan awal pembelajaran.
4.      Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama-sama,dilanjutkan dengan siswa saling berjabat tangan satu sama lain, mengucapkan ungkapan terima kasih dan meminta maaf.

F.      Penilaian
1.      Hasil Diskusi (Menyebutkan Nama-Nama Nabi dan Rasul yang tertera dalam Video Iflm Singkat)
Aspek
Kriteria
Skor
Kebenaran Penulisan
Semua benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Semua salah
4
3
2
1
Jumlah Nama yang dihasilkan
5-10 Nama
1-5 Nama
5
3

2.      Performan
Aspek
Kriteria
Skor
Kerjasama



Partisipasi


Bekerjasama
Kadang-kadang kerjasama
Tidak bekerjasama

Aktif  berpartisipasi
Kadang-kadang aktif
Tidak aktif
4
2
1

4
2
1

3.      Hasil Tes Individu (Memilih Nama-Nama Nabi dan Rasul)
Aspek
Kriteria
Skor
Kebenaran Penulisan
Semua benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Semua salah
4
3
2
1
Jumlah Nama yang dihasilkan
15-25 Nama
10-15 Nama
1-10 Nama
5
3
2

4.      Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Hasil Diskusi
Hasil Tes Individu
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi




1







2







3







4







 



III.    Pembahasan
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan pendekatan SEL, penulis berusaha memasukkan nila-nilai sosial dan emosi dalam diri setiap masing-masing siswa untuk menelaah materi pembelajaran yang tersampaikan.
Dari beberapa model pembelajaran SEL menurut Casel telah bahwa ciri-ciri yang ada adalah adanya kesadaran diri, indikatornya meliputi: (1) mengenal dan memberi nama emosi seseorang; (2) memahami alasan dan keadaan untuk merasakan sebagai orang yang melakukan; (3) mengenal  dan memberi nama emosi orang lain; (4) mengenal kekuatan dan memobilisasi perasaan positif tentang diri sendiri, sekolah, keluarga dan dukungan jaringan; (5) mengetahui kebutuhan dan nilai-nilai seseorang; (6) mengamati diri sendiri secara tepat; (7) percaya akan keberhasilan pribadi; dan (8) memiliki rasa spiritualitas.
Selain itu adanya kepedulian sosial, indikatornya meliputi: (1) menghargai kemajemukan atau keberagaman; (2) menunjukkan rasa hormat kepada orang lain; (3) mendengarkan dengan hati-hati dan akurat; (4) meningkatkan empati dan kepekaan terhadap perasaan orang lain.
Selanjutnya adanya manajemen diri dan organisasi, indikatornya meliputi: (1) mengungkapkan secara lisan dan mengatasi kecemasan, kemarahan, dan depresi;  (2) mengendalikan kata hati, kemarahan, dan merusak diri sendiri, perilaku antisocial;  (3) mengelola stres pribadi dan orang lain; (4) memfokuskan pada tugas-tugas yang ada; (5) menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang; (6) merencanakan secara bijaksana dan menyeluruh; (7) memodifikasi kinerja berdasarkan umpan balik; (8) memobilisasi motivasi positif; (9) mengaktifkan harapan dan optimis; dan (10) bekerja menuju status kinerja yang optimal.
Ciri yang selanjutnya adalah adanya perilaku Bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, indikatornya mencakup:    (1) menganalisa situasi secara tepat dan mengidentifikasi masalah dengan jelas;    (2) melatih dalam pengambilan keputusan sosial dan ketrampilan pemecahan masalah; (3) menanggapi secara baik dalam cara pemecahan masalah terhadap hambatan orang lain; (4) melakukan evaluasi diri dan refleksi; dan (5) melakukan diri sendiri dengan tanggungjawab pribadi, moral, dan etika.
Dan yang terakhir adanya pengelolaan hubungan, indikatornya meliputi: (1) mengelola emosi dalam hubungan, harmonisasi perasaan dan sudut pandang yang beragam; (2) menunjukkan kepekaan terhadap isyarat sosial-emosional; (3) mengekspresikan emosi secara efektif; (4) mengkomunikasikan secara jelas; (5) melibatkan orang lain dalam situasi social; (6) membangun hubungan; (7) melakukan kerja secara kooperatif; (8) melatih sikap tegas, kepemimpinan, dan kepercayaan; (9) mengelola konflik, negosiasi, dan penolakan; dan (10) menyediakan, mencari bantuan. (Maurice dalam Nucci,2008: 251).
Mengacu pada ciri-ciri tersebut serta dari penyampaian bahan materi yang harus disampaikan, setidaknya beberapa aspek yang dapat dikategorikan ke dalam pengembangan sosial dan emosi dalam konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah:
1.      Pengembangan Sosial
a.       Pembentukan kelompok-kelompok kecil yang mendorong siswa untuk menghargai kemajemukan atau keberagaman, menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, mendengarkan dengan hati-hati dan akurat, meningkatkan empati dan kepekaan terhadap perasaan orang lain.
1)      Dalam diskusi-diskusi yang dilakukan, siswa akan memiliki rasa ukhuwah/kebersamaan sosial sesama anggota kelompok. Tentunya dalam diskusi siswa akan berlatih menghargai pendapat teman sehingga secara sadar keberlangsungan kelompok adalah milik bersama.
2)      Materi yang didiskusikan adalah menyebutkan nama-nama Nabi dan Rasul serta adanya kerjasama untuk menghafal bersama. Dengan pembentukan kelompok, siswa dapat berinteraksi lebih mengenai materi tersebut dengan sesama. Diharapkan dapat membiasakan mereka untuk mengetahui dan mengingat Nabi dan Rasul dalam kehidupan sosial mereka.
b.      Guru bertanya kabar kepada siswa dan siswa menyapa teman sebelah dengan memegang pundaknya. Hal ini dapat meningkatkan rasa empati dan perhatian terhadap sesama.
c.       Guru memberikan penghargaan kepada semua kelompok yang terbentuk saat pembelajaran, serta memberikan penghargaan khusus kepada kelompok terbaik. Hal ini efektif untuk membangkitkan siswa agar menghargai kerjasama.
d.      Siswa saling berjabat tangan satu sama lain, mengucapkan ungkapan terima kasih dan meminta maaf. Hal ini mampu mengikat kembali kebersamaan setiap siswa yang mungkin memiliki kesalahan satu sama lain sehingga hubungan sosial terus terjaga.
2.      Pengembangan Emosi
a.       Guru kembali memberikan motivasi kepada siswa untuk terus semangat dan senang mempelajari mata pelajaran Tarikh dengan slogan seperti pada kegiatan awal pembelajaran. Dengan cara seperti ini, siswa diarahkan untuk terus mengendalikan emosi jiwa mereka dari awal pembelajaran hingga akhir dengan harapan dapat pula diterapkan pada semua kegiatan kehidupan mereka. Jiwa yang termotivasi tinggi akan menutup hal-hal emosi negatif dalam diri.
b.      Dengan pembentukan kelompok-kelompok yang dipimpin oleh seorang ketua, peserta didik setidaknya berlatih untuk mengetahui posisi masing-masing sesuai dengan peran yang sedang dijalankan. Sehingga siswa mampu sadar akan siapa mereka pada saat itu yang dapat mendorong mereka untuk melakukan sesuai apa yang menjadi tugas masing-masing.
c.       Dalam pembentukan kelompok, siswa berlatih untuk menghargai pendapat sesama sehingga adanya usaha untuk menahan emosi yang meluap-luap mempertahankan pendapat sendiri.
d.      Guru bertanya pada awal kegiatan inti tentang nama-nama Nabi dan Rasul yang diketahui serta pengertian Nabi dan Rasul dalam pendangan mereka dengan harapan dapat membentuk karakter emosi siswa yang berani mengemukakan pendapat di hadapan umum.
e.       Adanya kewajiban terhadap masing-masing kelompok untuk membantu anggota kelompok yang belum bisa menghafal secara sempurna nama-nama Nabi dan Rasul. Hal ini menekankan pada siswa bahwa menahan emosi untuk tidak menang dengan diri sendiri adalah sesuatu yang indah meski diri mereka sudah jauh lebih bisa menghafal dari teman yang lainnya.



IV.             Penutup
Begitu pentingnya sebuah materi pembelajaran dirangkai dengan pembentukan emosi-sosial siswa. Dengan begitu bukan hanya materi yang didapatkan, namun juga karakter yang semakin baik. Pengembangan emosi-sosial siswa mampu mengubah pembelajaran yang sulit menjadi mudah melalui kerja-kerja kelompok, serta mampu menumbuhkan suasana menyenangkan dan nyaman sehingga materi pembelajaran juga mudah untuk terserap. Sehingga pengembangan sosial dan pengembangan emosi siswa setidaknya penting untuk dilakukan dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran dari hal terkecil hingga tingkat yang lebih besar. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ada.

(Oleh Latifatul Fajriyah-20130720090, Diajukan Untuk Memenuhi Tugas UK III Mata Kuliah Metode Pembelajaran PAI Semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
 

0 comments :

Post a Comment